Welcome to Wonderland!

A compilation of wonders where things might be found upside down. Feel free to do and say anything out of the ordinary. Wish you a safe journey back into reality after reading all these.

Senin, 12 Januari 2015

So

The number of unfinished stories that ends after just a few chapters, paragraphs, sentences, or words of ideas might even be able to get an award

I'm a hopeless writer lol

Sabtu, 10 Januari 2015

Begone

go away

begone

go away

away

away you go

and begone

go away

begone

go, go away

away

stop.

pic by martinstranka.deviantart.com

Selasa, 06 Januari 2015

Satu Koma Lima Inci (1)


“Halo.”
Suara ringan remaja laki-laki itu memecah kesunyian, sedikit samar teredam kaca satu setengah inci yang memisahkan mereka. Elsa tersentak dari lamunannya.
“Ha-halo,” balasnya, masih belum yakin bahwa yang dimaksud adalah dirinya.
Namun figur di balik kaca itu benar-benar tersenyum lebar, kepadanya. “Namaku Jack. Siapa namamu, Nona?”
“Elsa.” Perhatian sang gadis kini terarah seluruhnya kepada pemuda albino bermata biru. Dengan lekat kini ia mengamati figur kurus berbalut baju biru polos itu. Ia pun tersenyum ragu. 
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya mereka bertemu. Dalam dunia sempit dengan ruangan-ruangan putih dan lorong-lorong kosong itu, terkadang Elsa mendapati ruangan mereka berdampingan. Sepetak kaca di samping ruangan memberikan sekilas pandangan kepada ruangan identikal berdinding putih minim perabot. Di atas ranjang sederhana berselimut putih bersih itu terkadang Elsa melihat sang pemuda terduduk sendiri, mata birunya menerawang dalam sepi.
Tidak hanya dia, sebenarnya. Terlalu banyak pertemuan singkat yang terjadi, dan Elsa bukanlah orang yang repot-repot menjalin interaksi singkat tak berarti. Ya, yang perlu dia lakukan hanyalah duduk disini, menuruti arahan ilmuwan-ilmuwan itu, menahan diri. Rak buku kecil yang isinya berubah secara berkala itu sudah cukup baginya.
“Apa yang kau baca?” tanya pemuda itu lagi. Elsa melirik buku di tangannya.
“Uh, ini... Buku dongeng. Tentang ratu musim dingin.”
Jack bersiul. “Wow, itu tidak terduga. Daripada novel romansa dramatis, Sang Nona cantik rupanya lebih menyukai buku dongeng.”
Elsa memandang Jack marah, mata biru kristalnya menantang Jack untuk mengatakan hal lain tentang buku-bukunya. Jack hanya tertawa ringan.
“Aku bercanda! Sungguh, jangan marah begitu, dong. Sebenarnya... Aku juga suka buku dongeng.”
Elsa memandangnya skeptis. Jack menarik sebuah buku dongeng dari rak mininya, membuktikan persekutuannya. Amarah Elsa menguap habis melihat buku yang dibawanya. 
“Itu... Beauty and the Beast?” Fasade dingin yang ia tunjukkan sebelumnya kini telah tergantikan ekspresi ketertarikan murni, mata biru kristalnya menunjukkan semangat yang hampir kekanakan. “Aku sudah pernah membaca dongeng itu, tapi dari buku yang berbeda. Kudengar cerita itu memiliki beberapa versi, mungkinkah yang kau miliki adalah versi yang berbeda?”
Jack tidak mengharapkan respon yang begitu positif dari gadis di depannya. Sejenak ia membeku saat mata biru kristal itu memandang lurus bola mata biru keabuan miliknya. Namun dengan cepat ia tersenyum dan menjawab : “Mungkin saja. Ini adalah versi Beaumont, dengan ilustrasi yang dilukis oleh Baquette. Indah sekali.” Sambil bercerita, Jack melangkah lebih dekat ke cermin, menunjukkan ilustrasi kepada Elsa yang berbinar-binar riang.
“Wah, sepertinya menarik sekali. Aku... Hmm,” Elsa terdiam, berpikir. “Apa menurutmu mereka akan meletakkan buku itu di rakku lain kali bila aku memintanya? Aku ingin sekali membacanya.”
Sang pemuda mengangkat alisnya. “Mungkin saja. Coba kautanyakan lain kali kepada sang profesor. Atau, mungkin kau bisa meninggalkan note di tempat tidurmu sebelum dipindahkan.”
“Hmm, ide yang bagus,” sahut Elsa.
“Atau mungkin... Kau ingin aku membacakannya untukmu?”
Elsa berkedip. “Itu... Sangat kekanakan sekali!” ujarnya dengan muka memerah. Sejujurnya ia penasaran--ia belum pernah dibacakan cerita sebelumnya. Apakah cerita yang dituturkan seseorang akan terasa berbeda dengan tuturan narasi yang biasa ia dengar di dalam kepalanya?
Jack menyeringai. “Oh, ayolah. Aku ingin mencoba membacakan cerita kepada seseorang. Dan mungkin lain kali kau dapat membacakan cerita kepadaku! Misalnya, dongeng ratu musim dingin itu. Aku ingin sekali mengetahuinya.”
“Baiklah, jika kau memaksa,” ujar Elsa akhirnya, pipi pucatnya memerah gembira.
Sejak saat itu, benang tipis pun terjalin di antara dua ruangan putih kosong itu, melewati jarak setebal satu koma lima inci.
1. Like a Fairy Tale

(Just a little story I'm working on, and I'm not sure I'm ready to post this on FFn yet. This is part one of (I think) three.)

Sabtu, 03 Januari 2015

Ketika Drama Awal Tahun Dimulai di Hidupmu

Dan kau melihat betapa alaynya segalanya,

betapa mbulet plot-twist nya,

dan berpikir,

wow, sinetron aja kalah kayaknya.

=w=+ mungkin suatu hari bisa jadi bahan bikin novel bestseller.
A beautiful Howl painting by chernotrav.deviantart.com

did you know

countless of times I've considered writing a letter to you today

but guess not.

it's not necessary or possible to do

Kamis, 01 Januari 2015

Reasons Why Killua is so Cute

"Aaargh, I can't take it anymore! Hmph!"

"Well, I'm sorry, Killua... please don't be mad."

"I definitely won't forgive you!"

"Here, a chocorobo for you."

"Gon!!" *le sparkles*


---


"I--I WANT TO BE YOUR FRIEND~!" (in english)

"W-what... stop that, stupid, aren't you embarassed?"


---


 "Hey, will you be my friend? I'll teach you all sort of things."

"I am your loyal servant, Young Master Killua. It is not my place. (I am sorry...)"

"Che, boring." *nonchalantly walks away*


---


he's caring but nonchalant

he's playful but serious

he's confident but reasonable

he's intelligent and special and he knows it, yet knows when he's inferior and admits it

he's a loyal friend

he's childish, and enjoying it

he's just like that.




Myo~
#randompost

so really

I write to no one in particular since this blog is a desert lol

so yeah I feel free here

so mind my random posts~

and don't mind it also lol.